Bojonegoro — Satu hari setelah menuntaskan tugas kehormatan pengibaran dan penurunan bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 mengikuti kegiatan outclass atau kunjungan wisata edukasi. Dua lokasi yang disambangi adalah kawasan wisata migas Teksas Wonocolo dan Kampung Samin di Desa Margomulyo. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyegaran bagi para purna tugas Paskibraka setelah menjalani rangkaian latihan panjang dan momen puncak pengibaran bendera di halaman upacara pada 17 Agustus lalu. Setelah melepas tanggung jawab besar tersebut, para remaja pilihan Bojonegoro ini diajak menjelajahi kekayaan alam dan budaya daerah mereka sendiri. 

Belajar Sejarah Migas di Teksas Wonocolo
Rombongan Paskibraka lebih dulu diberangkatkan menuju Teksas Wonocolo, kawasan wisata edukasi minyak dan gas bumi di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan. Kawasan yang dikenal sebagai Petroleum Geopark Wonocolo ini menyuguhkan pemandangan unik berupa ratusan sumur minyak tradisional yang masih dioperasikan warga secara turuntemurun sejak masa kolonial Belanda. Di lokasi yang kerap dijuluki “Texas ala Bojonegoro” ini, para anggota Paskibraka diajak menyusuri perbukitan kapur, melihat langsung menara-menara pengeboran kayu jati, serta mendapat penjelasan mengenai proses penambangan minyak tradisional dari warga setempat. Suasana perbukitan tandus yang diselingi aroma minyak mentah dan deru mesin pompa menjadi pengalaman yang jarang ditemui para peserta di tempat lain. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang edukasi sejarah, mengingat Teksas Wonocolo telah diusulkan sebagai salah satu geosite unggulan dalam kawasan Petroleum Geoheritage Bojonegoro dan dikenal sebagai lokasi pengeboran minyak tradisional terdangkal di Indonesia.

Menyelami Kearifan Lokal di Kampung Samin
Usai dari Wonocolo, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro.Di kampung adat yang berada di tengah kawasan hutan perbatasan Bojonegoro–Ngawi ini, para Paskibraka diperkenalkan dengan ajaran Samin Sedulur Sikep atau Saminisme yang diwariskan oleh Samin Surosentiko. Ajaran yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini menjunjung tinggi nilai kejujuran, kesederhanaan, gotong royong, serta sikap anti-kekerasan. Para peserta mendapat kesempatan berdialog dengan warga dan sesepuh masyarakat Samin, sekaligus melihat langsung tugu prasasti Sedulur Sikep yang berdiri di dusun tersebut. Nilai-nilai luhur masyarakat Samin, seperti prinsip “ojo waton omong, omong sing nganggo waton” (jangan asal bicara, bicaralah dengan aturan), dinilai relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda, termasuk para purna Paskibraka yang telah menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam tugas kenegaraan mereka. 

Menutup Rangkaian Tugas dengan Kebanggaan
Kegiatan outclass ini menjadi penutup manis rangkaian tugas Paskibraka 2026 Kabupaten Bojonegoro. Setelah berlatih disiplin dan kekompakan selama berbulan-bulan demi mempersembahkan pengibaran bendera terbaik pada HUT ke-81 RI, para peserta diberi ruang untuk mengenal lebih dekat potensi wisata dan kearifan lokal daerah asal mereka sendiri. Melalui kunjungan ke Teksas Wonocolo dan Kampung Samin, para anggota Paskibraka tidak hanya pulang membawa kebanggaan telah mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga wawasan baru tentang sejarah, energi, dan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Kabupaten Bojonegoro.


By Admin
Dibuat tanggal 01-09-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %