Pembukaan Pemusatan Pelatihan Calon Paskibraka Kabupaten Bojonegoro 2026 oleh Wakil Bupati Bojonegoro
BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro mencatatkan sejarah baru dalam dunia kepaskibrakaan. Setelah penantian selama 81 tahun, untuk pertama kalinya Bojonegoro berhasil meloloskan perwakilannya ke jenjang Paskibraka tingkat nasional. Prestasi ini diumumkan dalam acara menjelang pemusatan pelatihan calon anggota Paskibraka Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026, yang turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta Wakil Bupati Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol menyampaikan rasa bangga atas capaian para calon anggota Paskibraka Bojonegoro yang telah melalui berbagai tahapan seleksi yang tidak mudah. Ia menegaskan bahwa seluruh putra-putri yang lolos merupakan kebanggaan daerah.
“Putra-putri kita ini adalah kebanggaan, karena sudah lolos dengan tidak mudah melalui berbagai tahapan seleksi. Dan setelah 81 tahun, akhirnya ada perwakilan dari Kabupaten Bojonegoro di tingkat nasional,” ujarnya.
Perwakilan yang dimaksud adalah Reihan, yang berhasil lolos seleksi Paskibraka Nasional. Selain itu, dua nama lainnya, Sandya dan Satria, juga turut mengharumkan nama Bojonegoro setelah dinyatakan lolos seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh calon anggota Paskibraka yang hadir. Ia menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung sangat ketat, di mana dari total 556 pendaftar, hanya 77 orang yang berhasil terpilih.
“Dari 556 pendaftar, hanya diambil 77 orang. Satu orang mewakili tingkat pusat, dua orang di tingkat provinsi, dan 74 orang mewakili tingkat kabupaten. Artinya, 74 anak inilah yang mewakili siswa kelas 11 dari seluruh SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Ini luar biasa,” tuturnya.
Wakil Bupati menekankan bahwa keberhasilan lolos seleksi ini sudah menjadi modal awal yang besar bagi para peserta, mengingat setiap orang memiliki jalan yang berbeda-beda menuju kesuksesan.
Sebagai gambaran bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu sama, Wakil Bupati membagikan kisah inspiratif tentang seorang pemuda bernama Alberto. Menurutnya, Alberto merupakan anak dari keluarga sederhana yang tidak memiliki banyak modal materi, namun berhasil membuka jalannya sendiri melalui kemampuan (skill) olahraga sepak bola yang ia asah dengan tekun.
“Alberto ini anak yang tidak punya apa-apa, tapi dia hanya bermodal skill olahraganya, yaitu sepak bola. Sekarang dia sudah masuk sekolah Bintara Polri dan dikirim ke lembaga pendidikan di Lampung. Ini membuktikan bahwa jalan mencapai suatu tujuan itu berbeda-beda, ada yang melalui skill yang diasah lewat olahraga,” jelasnya.
Ia berpesan kepada seluruh calon anggota Paskibraka bahwa mereka sudah memiliki modal awal yang baik, mulai dari penampilan dan tinggi badan yang telah memenuhi standar. Namun, modal tersebut perlu terus diasah, termasuk dari sisi wawasan dan kemampuan akademik, agar bekal yang dimiliki semakin lengkap untuk meraih cita-cita, baik yang ingin melanjutkan ke akademi kepolisian, akademi militer, maupun jalur lainnya.
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa status sebagai siswa kelas 11 merupakan sebuah modal dan momentum penting bagi para peserta. Ia menegaskan bahwa arah masa depan setelah lulus sekolah sepenuhnya ditentukan oleh pilihan masing-masing anak, bukan orang lain, termasuk orang tua.
“Kalian semua saat ini masih sama-sama duduk di bangku sekolah. Tapi setelah lulus nanti, mau ke mana, itu yang menentukan adalah diri kalian sendiri, bukan orang lain, apalagi orang tua. Orang tua hanya mendukung dan mendoakan, tapi yang menjalani tetap anak-anak sendiri,” katanya.
Ia menambahkan bahwa orang tua saat ini memandang anak sebagai aset yang paling berharga, sehingga setiap anak diharapkan mampu membahagiakan kedua orang tuanya. Menurutnya, ada tiga kunci utama untuk meraih kesuksesan, yaitu bersungguh-sungguh dalam belajar, senantiasa berikhtiar disertai doa, dan yang paling utama adalah selalu meminta ridho orang tua.
“Orang mau sukses itu tidak datang secara tiba-tiba, semua butuh proses. Orang berhasil itu karena melalui proses. Termasuk hari ini, perjuangan kalian menuju Paskibraka ini adalah bagian dari proses itu,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, turut disampaikan sesi perkenalan tim pelatih kepada seluruh calon anggota Paskibraka. Perwakilan dari Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan (Kabid IWK) Bakesbangpol serta perwakilan Purna Paskibraka Tahun 2025 turut memberikan arahan kepada peserta.
Dalam arahannya, mereka menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama masa pemusatan pelatihan berlangsung. Peserta juga diimbau untuk menghentikan sementara berbagai kegiatan lain yang berpotensi mengganggu konsentrasi dan performa selama mengikuti rangkaian pemusatan pelatihan calon anggota Paskibraka Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
100 % |
Puas
0 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
0 % |