Bojonegoro - Jumat, 4 Oktober 2026. Sebanyak 25 orang perwakilan dari 17 organisasi masyarakat (ormas) hadir memenuhi undangan untuk membahas agenda peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) sekaligus merumuskan sinergi program kerja bersama PPSBB Tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.27 hingga 15.30 WIB ini menjadi ajang awal untuk merajut kembali kedekatan antara pemerintah daerah dan ormas-ormas yang selama ini menjadi mitra strategis di tengah masyarakat.

Mengawali rangkaian sambutan, Bekti selaku perwakilan PPSBB menyampaikan gagasannya untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum menyemarakkan keberadaan ormas di Bojonegoro. Ia mengungkapkan keinginannya agar pemerintah dapat memfasilitasi sarasehan maupun kegiatan pembinaan bagi ormas, sekaligus menghadirkan program yang benar-benar diinisiasi langsung oleh Bakesbangpol. Tak hanya itu, ia juga melontarkan usulan agar perayaan HJB tahun ini diwarnai dengan parade, kirab, atau pagelaran yang melibatkan ormas secara aktif. Menurutnya, langkah ini penting agar ormas tidak sekadar menjadi penonton, melainkan turut berpartisipasi dan ikut menggembirakan suasana hari jadi kabupaten.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol, yang menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya menginventarisasi tugas pokok dan fungsi (tusi) dari masing-masing ormas. Dalam pandangannya, ormas memiliki posisi strategis sebagai jembatan penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sehingga keberadaannya perlu terus diperkuat. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif yang telah muncul untuk membangun program bersama, seraya berharap ormas-ormas di Bojonegoro dapat naik level, semakin bersinergi dengan pemerintah, dan semakin memahami berbagai ketentuan yang berlaku dalam menjalankan organisasinya.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Salah satu yang paling menonjol adalah harapan agar ormas dapat masuk dalam rangkaian agenda resmi HJB, khususnya melalui kirab atau parade ormas. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai seremoni biasa, melainkan turut dibidik untuk mencatatkan rekor MURI, sehingga momentum HJB sekaligus menjadi ajang unjuk kekompakan ormas se-Bojonegoro dalam skala yang lebih besar.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, forum sepakat membentuk kepanitiaan bersama yang akan mengatur jalannya kegiatan, lengkap dengan susunan ketua, sekretaris, bendahara, hingga seksi-seksi pendukung lainnya. Selain persiapan kirab, agenda pembinaan ormas juga akan digelar dalam bentuk seminar pada 17 Oktober 2026, dengan menghadirkan Bupati atau Wakil Bupati bersama Bakesbangpol sebagai narasumber. Kegiatan ini rencananya akan disiarkan secara live streaming langsung dari pendopo, agar dapat diikuti oleh ormas maupun masyarakat yang tidak bisa hadir secara langsung.

Dalam pembahasan lebih lanjut, muncul pula usulan mengenai kebutuhan kantor sekretariat bersama bagi ormas. Sejumlah peserta mengusulkan agar bekas kantor FOB dapat dimanfaatkan sebagai sekretariat, mengingat selama ini ormas belum memiliki tempat resmi untuk berkoordinasi. Sebagai langkah awal menuju kelembagaan yang lebih rapi, para peserta juga diminta untuk segera melengkapi perangkat administrasi organisasi, seperti stempel, kop surat, dan dokumen pendukung lainnya.

Pertemuan ini pun ditutup dengan optimisme bahwa sinergi antara Bakesbangpol, PPSBB, dan ormas akan semakin kuat ke depannya. Dengan persiapan matang menjelang HJB 2026, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan kegiatan yang meriah, tetapi juga memperkokoh peran ormas sebagai mitra pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.


By Admin
Dibuat tanggal 07-09-2026
0 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %